Edukasi Masyarakat Terkait Konsumsi Obat yang Tidak Sesuai Aturan

ilustrasi obat
ilustrasi obat

Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk mengonsumsi obat harus sesuai dengan aturan dan harus sesuai resep dokter.

“Kurangnya Informasi dan Ketidakpatuhan untuk mengonsumsi Obat atau reset Dokter, masih banyak ditemukan oleh masyarakat” Tandasnya pada saat Kegiatan Edukasi Gerakan Masyarakat cerdas yang menggunakan obat.

Beliau mengatakan Pemakaian obat antibiotik jika digunakan tidak sesuai aturan akan memicu terjadinya Resistensi terhadap para pasien.

Berdasarkan penelitian kesehatan dasar oleh kemenkes sudah ditemukan sekitar 35,2 persesn pada rumah yang telah menyimpan obat dan 27,8 persen lainnya kebanyakan menyimpan antibiotik.

ilustrasi
ilustrasi

Terlalu tingginnya angka tersebut membuat menteri kesehatan Nila Djuwita F Moeloe mendirikan gema cermat pada tahun 2015 yang lalu, yang dimaksudkan adalah untuk memberikan pemahaman, Kepedulian agar meningkatkan kesadaran masyarakat pada penggunaan obat secara tepat dan benar.

“Kegiatan tersebut sangat bertujuan untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional pada masyarakat umum,”tuturnya.

Untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Gema Cermat, Maka dari pemerintah pusat telah melibatkan layanan kesehatan di semua daerah yang sudah dikoordinir dari dinas kesehatan setempat.

Menurut pendapatnya, para apoteker yang menjadi ahli dibidanganya, sebenarnya sangat berperan penting untuk memberikan pemahaman terhadap masyarkat, dalam hal pemakaian obat-obatan baik dalam langkah yang promotid ataupun preventif.

Dettie menilai bahwa mengonsumsi obat yang tidak sesuai takaran dan tidak sesuai aturan akan sangat berbahaya untuk kesehatan, Justru bukan memberikan kesembuhan yang ada sangat berdampak negatif.